Categories
Uncategorized

Berita Madura: Menyambut Hari Santri, ASN Berpakaian Muslim

berita Sumenep

Pada berita madura terbaru, seluruh ASN Sumenep diharuskan mengenakan pakaian muslim yaitu baju koko dan sarung. Aturan ini dilakukan pada saat menyambut hari santri nasional. Seluruh ASN di wilayah Sumenep melakukannya pada tanggal 22 dan 23 Oktober 2020.

Ketentuan Penggunaan Pakaian Muslim bagi ASN di Sumenep

Sesuai dengan berita madura, Ketentuan penggunaan baju muslim ini dilakukan di tanggal 22 dan 23 Oktober 2020 saja. Hal tersebut dimaksudkan untuk menyambut hari santri nasional. Tentunya bagi pria dan wanita wajib mematuhi aturan yang satu ini.

Untuk ASN pria diwajibkan menggunakan baju koko warna putih dan bawahan sarung. Sementara itu, untuk perempuan sendiri diharuskan menggunakan baju putih panjang dengan kerudung putih.

Pengecualian

Tidak semua ASN menggunakan baju dengan ketentuan tersebut. Bagi ASN yang wajib memiliki ciri khas tentunya tidak menerapkan kebijakan yang satu ini. Sebagai contoh, untuk pegawai RSUD, Satpol PP, dan BUMD tidak perlu melakukan kebijakan tersebut.

Ketentuan ini tentu bertujuan agar seluruh ASN tersebut tetep bisa bekerja sebagai mana mestinya. Selain itu, ASN yang dimaksudkan tersebut tentu bisa tetap dikenali dan tetap bisa bekerja dengan efektif tanpa terkendala kondisi apa pun karena pakaian.

Ketetapan Hari Santri

Hari santri ini dirayakan pada tanggal 22 dan 23 Oktober 2020. Ini merupakan suatu kebijakan tingkat lanjut terhadap Keputusan Presiden RI No. 22 Tahun 2015 mengenai Hari Santri Nasional. Untuk itu, setiap pihak yang terlibat bisa merayakan hari santri di tanggal tersebut.

Sambutan Meriah 

Hari santri nasional ini disambut dengan meriah oleh seluruh pihak di Indonesia. ASN di Sumenep sendiri merayakannya dengan cara tersebut. Pemerintah Daerah Sumenep juga mengeluarkan aturan tersebut dalam bentuk surat edaran.

Surat edaran yang dimaksud adalah Surat Edaran (SE) No. 065/1286/435.032.2/2020. Di dalam surat edaran tersebut, ASN di wajibkan untuk mengenakan baju muslim sesuai ketentuan. Di dalamnya juga mengatur siapa saja yang harus mengenakan baju muslim tersebut.

Dengan adanya surat edaran tersebut membuktikan bahwa pihak Pemerintah Daerah turut serta merayakan hari santri nasional. Surat ederan tersebut bersifat valid dan wajib diikuti oleh setiap elemen di Pemerintah Daerah Sumenep.

Selain sambutan meriah dari Pemerintah Daerah, masyarakat juga turut andil dalam merayakan hari santri nasional tersebut. Tentunya, masyarakat bisa merayakan hari santri nasional ini dengan meriah sesuai dengan cara mereka masing-masing dalam merayakannya.

Perayaan di Pemerintah Daerah Bangkalan

Selain di Sumenep, Bupati Bangkalan juga menerapkan program yang serupa di daerahnya. Untuk di Bangkalan sendiri, Bupati Bangkalan mewajibkan seluruh ASN mengenakan pakaian khas santri selama 3 hari ke depan.

Penerapan penggunaan baju ala santri ini diterapkan mulai tanggal 21 Oktober 2020 hingga 23 Oktober 2020. Tentunya kebijakan yang diterapkan ini bertujuan untuk menghormati dan merayakan hari santri nasional tersebut.

Bupati Bangkalan juga menegaskan bahwa perayaan hari santri nasional tahun ini sangatlah berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Pasalnya, di hari santri nasional tahun ini berada di masa pandemi yang menyerang seluruh dunia.

Demikianlah artikel berita madura mengenai ASN saat hari santri nasional. Semoga artikel ini bisa menjadi tambahan informasi untukmu mengenai berita di sekitar wilayah madura. Untuk dapat selalu update mengenai berita Sumenep, anda dapat mengunjungi halaman website berikut https://sinergimadura.com/.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *