Categories
Uncategorized

Jenis Dan Olahan Kelapa Sawit

Banyak sekali macam – macam buah kelapa yang tumbuh di negara Indonesia. Salah satunya yakni buah kelapa muda yang terkenal di daerah Sumatera dan Kalimantan. Ini dia jenis dan olahan kelapa sawit. Yuk kita simak bersama!

Jenis-Jenis Kelapa Sawit

Bagi masyarakat awam, jenis dan olahan kelapa sawit mereka mugkin hanya mengenal satu jenis kelapa sawit saja. Namun pada kenyataannya, tumbuhan ini memiliki beberapa tipe. Kelapa sawit yang dibudidayakan umumnya terdiri dari 2 tipe yaitu Elaeis guineensis dan Elaeis oleifera –tipe pertama adalah yang paling banyak dibudidayakan masyarakat.

Kedua spesies tanaman ini pun memiliki keunggulannya masing-masing. E. guineensis memiliki produksi yang sangat tinggi, sedangkan E. oleifera memiliki fisik (tinggi) tanaman yang cenderung rendah. Banyak orang sedang menyilangkan spesies kedua untuk mendapatkan spesies yang tinggi produksi dan gampang dipanen. E. oleifera sekarang mulai dibudidayakan untuk menambah keanekaragaman sumber daya genetik.

Di sisi lain, para penangkar kerap melihat dan membagi tipe tumbuhan ini berdasarkan ketebalan cangkang. Jenis-jenis kelapa sawit dilihat dari ketebalan cangkangnya bisa dilihat sebagai berikut:

1. Dura

yaitu sawit yang buahnya memiliki cangkang tebal sehingga bisa memperpendek umur mesin pengolah, tapi biasanya tandan buahnya besar-besar dan kandungan minyak per tandannya berkisar 18%. Ciri-ciri dura bisa dilihat seperti: tebal cangkangnya sekitar 2-8mm dan tidak ada lingkaran serabut pada bagian luar cangkang. Daging buah juga cenderung tipis, sementara daging bijinya besar dengan kandungan minyak rendah. Sawit dura banyak di gunakan sebagai induk betina dalam program pemuliaan.

2. Pisifera

Buahnya tidak memiliki cangkang, sehingga tidak memiliki inti (kernel) yang menghasilkan minyak ekonomis dan bunga betinanya steril sehingga sangat jarang menghasilkan buah. Secara umum, jenis pisifera bisa dikategorikan dengan ciri-ciri yang memiliki cangkang yang sangat tipis (bahkan hampir tidak ada), daging buah lebih tebal jika dibandingkan dengan jenis sawit, daging biji yang sangat tipis, tidak bisa diperbanyak tanpa menyilangkannya dengan jenis lain, serta tidak dapat digunakan sebagai bahan untuk tanaman komersial, namun dapat digunakan sebagai induk jantan.

4. Tenera

Sawit jenis ini merupakan hasil persilangan antara induk dura dan jantan pisifera. Jenis ini bibit unggul karena kekurangan yang kekurangan masing-masing induk dengan sifat cangkang buah tipis namun bunga betinanya tetap fertil. Beberapa tenera unggul memiliki proporsi daging per buah mencapai 90% dan kandungan minyak per tandannya bisa mencapai 28%. Secara singkat, ciri-ciri tenera bisa ditampilkan sebagai berikut: memiliki tebal cangkang yang cukup tipis, sekitar 0,5 mm – 4 mm, terdapat lingkaran serabut di sekeliling tempurung, daging buah yang sangat tebal, tandan buah lebih banyak, tapi ukuran buahnya cenderung lebih kecil . Jenis tenera yang paling banyak ditanam dalam perkebunan dengan skala besar. Umumnya, sawit tenera menghasilkan lebih banyak tandan buah.

Kelapa sawit memiliki kualitas pula sesuai dengan originnya. Persilangan antara dura (D) dan pisifera (P) akan menghasilkan tanaman komersial semacam tenera (T atau DP). Karakter tenera merupakan rekombinasi antara sifar-sifat dura dan pisifera. Tetua dura yang digunakan sebagai materi dasar persilangan sebagian besar berasal dari Dura Deli, sementara tetua pisifera bisa berasal dari berbagai asal.

Olahan Kelapa Sawit

Kelapa sawit menghasil minyak sawit yang dapat di gunakan sebagai bahan baku minyak goreng, margarin, sabun, kosmetika, industri baja, kawat, radio, kulit dan industri farmasi. Minyak sawit juga dapat di gunakan untuk begitu beragam peruntukannya karena keunggulan sifat yang di milikinya yaitu tahan oksidasi dengan tekanan tinggi, mampu melarutkan bahan kimia yang tidak larut oleh bahan pelarut lainnya, yang mempunyai daya melapis yang tinggi dan tidak menimbulkan iritasi pada tubuh dalam bidang kosmetik.

Bagian paling populer yang diolah dari tanaman kelapa sawit adalah buah. Bagian daging buah menghasilkan minyak kelapa mentah yang diolah menjadi bahan baku minyak goreng dan berbagai jenis turunannya. Kelebihan minyak nabati dari sawit adalah harga yang murah, rendah kolesterol, dan memiliki kandungan karoten tinggi. Jadi tidak mengherankan jika minyak nabati dari kelapa sawit sangat digemari dipasaran dan permintaannya terus meningkat.

Selain itu minyak sawit juga diolah menjadi bahan baku margarin. Minyak inti menjadi bahan baku minyak alkohol dan industri kosmetika. Ampasnya dimanfaatkan untuk makanan ternak. Ampas yang disebut bungkil inti sawit itu digunakan sebagai salah satu bahanpembuatan makanan ayam. Tempurungnya di gunakan sebagai bahan bakar dan arang. Olahan tersebut biasanya menggunakan mesin khusus yang sudah di ciptakan untuk menunjang saat pengolahan juga.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *