Categories
Uncategorized

PSBB Diperketat, Catat Syarat Penumpang

 

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memperketat kebijakan soal pembatasan sosial berskala besar (PSBB). Ada sedikit perbedaan antara PSBB yang selagi ini diperketat bersama dengan PSBB terhadap awal April 2020 lalu, terutama terhadap sektor transportasi dan aturan muncul masuk Jakarta.

Penumpang transportasi publik

Adapun kriteria untuk penumpang antar kota dapat senantiasa mengacu terhadap Surat Edaran Gugus Tugas nomor 9 th. 2020. Salah satunya adalah pemberlakuan kewajiban syarat rapid test (hasil non-reaktif) atau tes PCR (hasil negatif).

Operator transportasi harus memastikan pembatasan kapasitas maksimal penumpang, sedia kan tempat cuci tangan atau hand sanitizer, sampai melakukan penyemprotan disinfektan terhadap sarana dan prasaran transportasi secara berkala.

Operator terhitung diminta konsisten melakukan protokol kesehatan bersama dengan pengawasan yang ketat mulai dari keberangkatan, selagi perjalanan, sampai di tempat kedatangan.

“Sesuai bersama dengan yang disampaikan oleh Gubernur DKI Jakarta, pembatasan jam operasional dan pembatasan kapasitas maksimal penumpang sampai 50%, masih diterapkan di moda transportasi publik perkotaan layaknya di Trans Jakarta, tMRT, LRT, KRL kemudian jasa travel semarang jakarta,dan juga terhitung taksi dan angkot,” ungkap Juru Bicara Kementerian Perhubungan Adita Irawati.

Sedangkan, untuk sepeda motor baik itu yang digunakan untuk keperluan khusus maupun ojek terhitung yang berbasis aplikasi senantiasa diperbolehkan mempunyai penumpang bersama dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat.

Jakarta terhitung tak lagi menerapkan syarat harus SIKM (surat izin muncul masuk) bagi mobilisasi masyarakat dari dan ke Jakarta.
Mal buka, kecuali…

Ketua Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Dewan Pengurus Daerah (DPD) DKI Jakarta, Ellen Hidayat menyatakan tenant yang belum diizinkan beroperasi layaknya bioskop, pusat permainan anak, pusat olahraga, dan pusat hiburan lainnya.

Di luar itu, semua kategori lainnya udah boleh beroperasi. Namun, tertentu untuk tempat makan layaknya kafe dan restoran, hanya boleh melayani pesanan untuk dibawa pulang (take away).

 

Aturan soal kerumunan

Selain itu, pengetatan PSBB terhitung menyesuaikan soal kerumunan orang. Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyatakan kerumunan tidak boleh lebih dari lima orang. Baik di suatu tempat atau sarana umum.

Pengelola tempat atau sarana lazim harus menutup selagi tempat atau sarana lazim untuk kesibukan warga selama pemberlakuan PSBB. Terkecuali untuk larangan kesibukan di tempat adalah sebagai berikut:

a. kesibukan masyarakat untuk memenuhi keperluan pokok dan/atau keperluan sehari-hari.

b. melakukan kesibukan olahraga secara mandiri.

 

Kendaraan pribadi

Selanjutnya, berkenaan tata cara berkendara. Pergub menyebut selama pemberlakuan PSBB, semua kesibukan pergerakan orang dan/atau barang dihentikan sementara, jika untuk pemenuhan keperluan pokok dan kesibukan yang diperbolehkan selama pemberlakuan PSBB.

“Pada prinsipnya, selama era PSBB, sebisanya senantiasa berada di rumah.

Dianjurkan untuk tidak bepergian jika untuk keperluan mendesak, jika untuk kesibukan dalam bisnis esensial yang sebetulnya diperbolehkan,” ungkap Anies selagi jumpa pers di Balai Kota DKI.

Untuk kendaraan roda empat, Anies memperbolehkan kendaraan hanya dua orang per baris, tetapi aturan ini tidak berlaku jika semua penumpang mobil berdomisili yang sama.

Sedangkan sepeda motor tidak dilarang untuk mengangkut penumpang.

Pengguna sepeda motor khusus diwajibkan untuk menaati protokol kesehatan, layaknya menggunakan masker, sampai melakukan disinfeksi kendaraan dan atribut sehabis selesai digunakan.

Kegiatan berkendara bersama dengan sepeda motor hanya boleh digunakan untuk pemenuhan keperluan pokok dan/atau kesibukan lain yang diperbolehkan selama PSBB.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *